Sosialisasi Magang dan Studi Independen Bersertifikat sukses digelar pada Jum’at (09/07/2021) lalu. Program besutan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek) ini menjadi perwujudan dalam menyiapkan generasi penerus yang siap untuk masuk ke dunia kerja di masa yang akan datang. Acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc., Kepala Sekolah Ekspor, Dr. Handito Joewono, serta Kepala Sub-Direktorat Proses Pembelajaran sekaligus Koordinator Program MBKM, Syarifah Ida Farida, S.E., M.M.
“Menggunakan program ekspor yang mumpuni menjadi poin plus bagi bangsa Indonesia, dengan SDM berkualitas dan SDA yang melimpah ini dapat mendorong kemajuan tanah air untuk bisa bersaing di kancah yang lebih luas”. Tutur Rektor UAI, Prof. Asep dalam sambutannya.
Kepala Sekolah Ekspor sebagai bagian dari institusi pendidikan berkomitmen untuk siap mewujudkan generasi emas di Indonesia 2045, hal ini turut disampaikan oleh Kepala Sekolah Ekspor, Dr. Handito. Materi yang dibawakan pada sesi ini mengenai “Menjadi Eksportir baru 4.0” menjelaskan bahwa siapapun bisa menjadi seorang eksportir, tinggal bagaimana edukasi dan pemahaman itu bisa disampaikan kepada mereka yang membutuhkan.
Semoga dengan adanya sosialisasi ini bisa menambahkan fokus pemahaman mengenai kegiatan ekspor, ekonomi dan pelatihan independen bagi audiens, sehingga bisa mengimplementasikan aktivitas manajemen ekspor kedepannya.
Ketika masuk Institut Pertanian Bogor (IPB) di tahun 1976, penulis sering melihat para kakak kelas memakai t-shirt berwarna hijau yang bertuliskan “Agronomy Feeds The World”. Mereka pada dasarnya sedang promosi Jurusan Agronomi adalah pilihan yang tepat. Tujuannya agar para calon…
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan modal dasar bagi suatu bangsa saat ini untuk menyongsong era Indonesia Emas 2045. Dibutuhkan SDM yang kompeten, berdaya saing, adaptif, dan kolaboratif untuk mencapai target pembangunan 2045. Sebagai upaya atas solusi tantangan tenaga kerja di…
Meskipun dilanda pandemi, namun dalam hitungan yang belum genap setahun, para peneliti Indonesia berjaya menghasilkan puluhan produk inovasi terkait Covid-19 itu. Setidaknya menurut Kemenristek, saat itu tercatat lebih dari 60 produk inovasi yang dihasilkan. Kementerian yang akhirnya ‘hilang’ ini juga…